Pages

Saturday, October 8, 2011

Friends in Biz. Why not?

Best friends are like good bras; hard to find, supportive, comfortable, always lifts you up, never lets you down or leaves you hanging, makes you look better, and ALWAYS close to your heart :-)




Pasti diantara temen-temen yang kita miliki kita punya sahabat dekat kan?
yang suka nongkrong bareng... sering curhat, punya kegemaran yang sama, bahkan mungkin juga bisa jadi partner bisnis yang oke, lho ;-)
Foto diatas adalah sahabat-sahabatku sejak masa remaja hehee..jaman esempe duluu... hingga kini kita masih suka ngumpul-ngumpul bareng update segala gosip, hihihi!
Jika sudah punya REASON atau alasan untuk tetep keep in touch dengan teman kita, percaya deh silaturahmi akan sambung terus, dan tidak sekedar sebatas say hi saja.

Selain itu ada juga pertemanan yang sekaligus juga berlanjut ke hubungan bisnis. Ini bisa jadi salah satu ALASAN yang bagus untuk tetap intens berhubungan dan berkomunikasi dg teman kita.
Tidak hanya bermula dari sahabat yang sudah kita kenal lama, tapi bisa juga dg teman yang baru kenal. Enaknya berbisnis dg teman adalah kita saling percaya dan sdh tidak canggung lagi dalam berinteraksi.
Namun jangan salah, aturan/rules dalam bisnis yang disepakati bersama tetap harus dipatuhi yaa... kan tidak enak kalau pertemanan kita kandas gara-gara berselisih akibat bisnis yang sama-sama dijalankan.




Tapi tentu saja sebuah pertemanan perlu mendapat perawatan. Seperti halnya dengan sebuah barang antik yang perlu perawatan, pertemanan pun harus mendapatkan perhatian. Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menjaga pertemanan itu. Mulai dari saling berkunjung, kirim sms atau bisa lewat media internet lainnya, chatting facebook, email dll. Merawat hubungan pertemanan sebetulnya gampang apalagi dengan teknologi yang sudah canggih, hanya dengan sms / telpon menanyakan kabar yang bersangkutan akan memberikan makna yang cukup dalam. Namun terkadang kita sering mengabaikan hal-hal kecil seperti itu.

Mengabaikan pertemanan, apalagi sampai merusaknya sama dengan menghancurkan aset kehidupan kita. Lucu saja, kita mengaku berteman pada seseorang tapi sama sekali tak pernah memberi perhatian padanya. Jangankan berkunjung, berkirim sms atau menelepon saja tak pernah. Apalagi saat teman kita dilanda kesusahan. Manusia itu lebih ingat pada orang-orang yang menolongnya di saat susah, ketimbang yang datang di saat gembira. Bila kita ingin menjadi teman sejati, banyaklah memberi perhatian terutama di saat susahnya. Dan begitu pula sebaliknya, kita harus mau berteman tidak hanya teman sedang Berjaya, tapi ketika susahpun kita harus siap untuk menjadi tempat untuk berbagi

Maka, sekarang saatnya kita bertanya pada diri sendiri; apa yang sudah kita lakukan untuk teman-teman kita? Kalau belum, mulailah dari sekarang. Tidak perlu yang besar, cukup perhatian dan kasih sayang.

Berikan apa yang terbaik yang bisa kita lakukan, ketika kita berperan sebagai anak, jadilah anak yang membanggakan orangtuanya, ketika kita berperan menjadi pegawai maka berikan yang terbaik yang bisa kita berikan kepada perusahaan dan ketika kita menjadi seorang sahabat, berikan pula yang terbaik kepada sahabat. Karena apa yang kita berikan akan kembali kepada diri kita sendiri.

Semoga bermanfaat.

No comments:

Post a Comment